Septic tank merupakan wadah pengolahan limbah cair atau blackwater yang berasal dari kloset hunian. Tangki septik berguna untuk pembuangan kotoran, tinja, dan sebagainya, yang tidak boleh disalurkan ke saluran pembuangan umum karena kekotorannya, dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Septic tank merupakan tangki kedap air yang fungsinya untuk menampung dan mengolah limbah kotoran manusia dalam skala rumah tangga. Setiap rumah yang sudah memiliki jamban harus memiliki septic tank guna mewujudkan hunian yang bersih dan layak.
Letak septictank sebaiknya dijauhkan dari lokasi pintu masuk agar bau dan virus penyakit yang berasal dari limbah kotoran tidak mudah masuk ke dalam rumah. Apapun alasannya, sebaiknya posisi septictank jangan berada di dalam dapur, atau di bagian tengah rumah. Septictank tidak boleh dekat dengan sumber air agar air sumur tidak terkontaminasi dengan air tangki septic oleh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
Terpenting, agar limbah buangan dari rumah tangga tidak mengganggu lingkungan maka harus memperhatikan beberapa ketentuan seperti:
1. Jarak antara septic tank yang benar ke bangunan minimal 1,5 meter;
2. Jarak dari septic tank ke sumur pompa air bersih minimal 10 meter;
3. Jarak septic tank ke sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter.
Berikut cara kerja dari septictank:
1. Limbah kotoran manusia (tinja) akan masuk ke dalam septic tank. Bagian ini akan hancur dengan media dialam tanki secara alami.
2. Setelah kotoran hancur, fungsi bakteri pengurai akan memisahkan kotoran dengan air secara keseluruhan.
Keberadaan tangki septik yang memenuhi standar sangat penting untuk mencegah penularan penyakit, pencemaran air dan pencemaran lingkungan. Oleh sebab itu kesadaran akan pentingnya tangki septik yang sesuai standar dan pelaksanaan penyedotan lumpur tinja terjadwal harus mulai diterapkan oleh kita.