Denpasar-
Di balik kemajuan era digital yang serba cepat, terselip persoalan yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja, yakni meningkatnya kasus bullying. Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu diiringi dengan kesiapan mental dan sosial generasi muda.
Menjawab tantangan tersebut, Forum Anak Daerah Kecamatan Denpasar Utara pada Minggu (26/04/2026) menggagas kegiatan bertajuk SADARI (Sahabat Peduli Diri dan Anti Diskriminasi). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow edukatif sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Kegiatan SADARI ini bertempat di Ruang Audio Visual Dharma Negara Alaya dan diikuti oleh siswa/i SMP se-Kecamatan Denpasar Utara. Dalam kegiatan ini, FAD Denut menghadirkan dua narasumber, yakni Ida Ayu Agung Maha Chandri Kresna yang akrab disapa Dayu Maha, serta Anak Agung Gede Gita Galah Gumilang yang akrab disapa juga Gung Galah. Keduanya menyampaikan materi terkait pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Ida Ayu Agung Maha Chandri Kresna menyampaikan rasa senangnya dapat terlibat dalam kegiatan ini. “Saya merasa senang dan luar biasa bisa menjadi perwakilan suara generasi muda, sekaligus berbagi pengalaman dan cerita kepada adik-adik Forum Anak.” ujarnya saat diwawancara. Senada dengan hal itu, Anak Agung Gede Gita Galah Gumilang, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan SADARI yang dinilai berjalan dengan baik dan terstruktur. Ia juga menyoroti relevansi topik yang diangkat dengan kondisi pelajar saat ini dan menekankan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran pelajar sejak dini.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan serta berbagi pendapat terkait pengalaman yang mereka temui di lingkungan sekolah. “Kegiatannya sangat seru dan inspiratif. Suasananya nyaman sehingga kami tidak merasa sedang digurui oleh kakak-kakak narasumbernya, melainkan sedang berdiskusi bersama” Ungkap salah satu peserta talkshow ini yaitu Komang Harlindya Marsya Diva (15) dari SMP Negeri 10 Denpasar.
Harlin berharap kegiatan seperti SADARI ini dapat diadakan secara rutin dengan tema tema kesehatan mental atau pengembangan diri lainnya sehingga para siswa dapat lebih peka dan sadar tentang isu isu dan jenis jenis hal yang merujuk kepada suatu perundungan yang dapat bermula dari hal hal kecil. Tidak hanya Harlin, sejak awal kegiatan, para peserta lainnya juga menunjukan sikap yang sangat interaktif baik dari awal acara hingga akhir.
Di akhir kegiatan, narasumber juga menyampaikan pesan kepada para pelajar agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Mereka mengajak siswa untuk saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menolak segala bentuk tindakan bullying, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi.
Melalui kegiatan SADARI, Forum Anak Kecamatan Denpasar Utara berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran pelajar terhadap isu bullying. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih sehat, inklusif, serta bebas dari diskriminasi di kalangan generasi muda seiring dengan perkembangan zaman.
04 Desember 2025
29 Oktober 2025